BEM Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

"Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, tidak mengaharap harta benda atau lainnya, tidak juga popularitas, atau sekedar ucapan terima kasih. Kami hanya berharap agar dapat memberikan kontribusi nyata untuk kehidupan yang lebih baik dan bermartabat"

 

 
You are here: Home
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size


Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya Dilarikan Kemana? PDF Print E-mail
Written by admin   
Thursday, 24 April 2008

   Kwik Kian gie

Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?


    Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata “subsidi BBM” itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.


Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.

Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.


Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.


Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.


Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.


Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel terlampir.


Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?


Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.


PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI

TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)


DATA DAN ASUMSI


Produksi : 1 juta barrel per hari


70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia

Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun

Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel

1 US $ = Rp. 10.000

Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel

1 barrel = 159 liter

Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter


PERHITUNGAN

 

Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 =

 

40,624,500,000

Konsumsi dalam liter per tahun

 

60,000,000,000

Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun

 

19,375,500,000

Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini

(19,375,500,000 : 159) x 100 x 10.000

 

121,900,000,000,000

Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri

40,624,500,000 x Rp. 3.870

 

157,216,815,000,000

Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel

Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar

 

35,316,815,000,000

 

Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap

liter bensin premium yang dijual,

Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah)

4,500

 

Biaya lifting, pengilangan dan transportasi

US $ 10 per barrel atau per liter :

(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan)

630

 

Kelebihan uang per liter

3,870

 


*Oleh Kwik Kian Gie (koraninternet.com)

 

Comments
Add New Search
Pemerintah mengecewakan rakyat, jika BBM dinaikkan
gatutkaca (202.149.72.xxx) 2008-04-25 15:02:22

Pemerintah mengecewakan rakyat, jika BBM dinaikkan.

Pangan sudah susah,...
Minyak langka, kenaikan bahan pokok...


Perubahan ditangan kaummuda intelektual
yg berakhlak mulia.
Luar biasa
eka (125.160.117.xxx) 2008-05-08 11:24:25

Luar biasa..negeri ini penuh dengan pembual-pembual. katanya hemet energi, hidup
prihatin, cobalah memahami kondisi kita (SBY -red). Tapi andai SBY ditanya
berapa harga jam tangannya, baju dinasnya, ongkos sekali makannya..
Luar
biasa..Pemerintah kita baru bisa bicara!@ Apa bedanya dengan mahasiswa?
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:):grin;)8):p:roll:eek:upset:zzz:sigh
:?:cry:(:x

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Klik di sini untuk berpartisipasi pada GREENATION 2008 

Poling

Bagimana kinerja BEM FEM sejauh ini?
 

Pesan Singkat

Our Activity

Hits Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday30
mod_vvisit_counterYesterday47
mod_vvisit_counterThis week173
mod_vvisit_counterThis month802
mod_vvisit_counterAll9477

7 Gugatan Rakyat

1. Nasionalisasi aset strategis bangsa.

2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Tuntaskan kasus BLBI & korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia.

4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.

5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.

6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan.

7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.

Other Menu

IPB News

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

Syndicate

Admin

online
Afif Nurwilianto