|
Oleh: Ade N.
Peningkatan jumlah penduduk dunia, pertumbuhan industri serta kebutuhan transportasi, menyebabkan bertambahnya kebutuhan dunia akan energi. Terbatasnya energi yang tak terbaharui, mengakibatkan kelangkaan energi dunia dan merupakan faktor utama terjadinya kenaikan harga minyak dunia.
Energi fosil merupakan bahan bakar utama yang digunakan di seluruh dunia. Namun, sumber daya alam hidrokarbon yang berasal dari fosil tanaman dan hewan yang tertimbun selama jutaan tahun ini telah menipis jumlahnya bahkan nyaris mengalami kelangkaan. Padahal kebutuhan energi dunia terus mengalami peningkatan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga minyak dunia.
Kenaikan harga minyak dunia tersebut berdampak bagi Indonesia, terutama pada sektor perekonomian. Pemerintah berupaya mengurangi kelangkaan energi dengan melakukan konversi minyak tanah ke penggunaan bahan bakar gas. Konversi ini mungkin merupakan salah satu langkah strategis jangka pendek yang dapat dilakukan pemerintah guna mengurangi pemakaian BBM. Namun, hal tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan kelangkaan energi pada masa yang akan datang.
Data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun ke depan, sementara cadangan gas bumi hanya mampu mencukupi hingga 61 tahun ke depan dan cadangan batu baru akan habis dalam waktu 147 tahun. Oleh karena itu, perlu dikembangkannya penggunaan energi alternatif seperti tenaga angin, panas bumi, nuklir dan juga Biofuel yang merupakan bahan bakar dari sumber hayati (renewable energy). Biofuel merupakan salah satu energi alternatif yang sangat potensial. Namun penggunaannya saat ini menimbulkan permasalahan tersendiri bagi sektor perekonomian. Bahan baku yang berasal dari tanaman jarak pagar, jagung, hingga singkong tak hanya digunakan untuk produksi Biofuel, namun juga digunakan untuk bahan pangan, pakan dan lain sebagainya. Sehingga, alokasi antara keduanya tidak seimbang. Dengan produksi yang tetap bahkan cenderung berkurang, penambahan alokasi tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan bahan baku dan selanjutnya mengakibatkan kenaikan harga-harga dari bahan baku tersebut, sehingga berdampak pada semakin melemahnya kondisi perekonomian rakyat Indonesia. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut, sehingga penggunaan biofuel dapat dimanfaatkan dengan baik serta tepat guna demi kepentingan bangsa dan negara kita. Kita sebagai mahasiswa juga harus bergerak nyata dan berkontribusi untuk bangsa dan Negara Indonesia dalam menangani permasalahan ini, karena sesungguhnya masa depan bangsa, Negara serta seluruh rakyat Indonesia ada di tangan KITA!!!!
|