BEM Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

"Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, tidak mengaharap harta benda atau lainnya, tidak juga popularitas, atau sekedar ucapan terima kasih. Kami hanya berharap agar dapat memberikan kontribusi nyata untuk kehidupan yang lebih baik dan bermartabat"

 

 
You are here: Home
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size


Menipisnya Cadangan Minyak Dunia PDF Print E-mail
Written by admin   
Wednesday, 30 April 2008

 

 Oleh: Ade N.

 
Peningkatan jumlah penduduk dunia, pertumbuhan industri serta kebutuhan transportasi, menyebabkan bertambahnya kebutuhan dunia akan energi. Terbatasnya energi yang tak terbaharui, mengakibatkan kelangkaan energi dunia dan merupakan faktor utama terjadinya kenaikan harga minyak dunia.

 
Energi fosil merupakan bahan bakar utama yang digunakan di seluruh dunia. Namun, sumber daya alam hidrokarbon yang berasal dari fosil tanaman dan hewan yang tertimbun selama jutaan tahun ini telah menipis jumlahnya bahkan nyaris mengalami kelangkaan. Padahal kebutuhan energi dunia terus mengalami peningkatan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga minyak dunia.

 
Kenaikan harga minyak dunia tersebut berdampak bagi Indonesia, terutama pada sektor perekonomian. Pemerintah berupaya mengurangi kelangkaan energi dengan melakukan konversi  minyak tanah ke penggunaan bahan bakar gas. Konversi ini mungkin merupakan salah satu langkah strategis jangka pendek yang dapat dilakukan pemerintah guna mengurangi pemakaian BBM. Namun, hal tersebut tidak akan menyelesaikan permasalahan kelangkaan energi pada masa yang akan datang.

Data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun ke depan, sementara cadangan gas bumi hanya mampu mencukupi hingga 61 tahun ke depan dan cadangan batu baru akan habis dalam waktu 147 tahun.

 
Oleh karena itu, perlu dikembangkannya penggunaan energi alternatif seperti tenaga angin, panas bumi, nuklir dan juga Biofuel yang merupakan bahan bakar dari sumber hayati (renewable energy). Biofuel merupakan salah satu energi alternatif yang sangat potensial. Namun penggunaannya saat ini menimbulkan permasalahan tersendiri bagi sektor perekonomian. Bahan baku yang berasal dari tanaman jarak pagar, jagung, hingga singkong tak hanya digunakan untuk produksi Biofuel, namun juga digunakan untuk bahan pangan, pakan dan lain sebagainya. Sehingga, alokasi antara keduanya tidak seimbang. Dengan produksi yang tetap bahkan cenderung berkurang, penambahan alokasi tersebut menyebabkan terjadinya kelangkaan bahan baku dan selanjutnya mengakibatkan kenaikan harga-harga dari bahan baku tersebut, sehingga berdampak pada semakin melemahnya kondisi perekonomian rakyat Indonesia.

 
Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut, sehingga penggunaan biofuel dapat dimanfaatkan dengan baik serta tepat guna demi kepentingan bangsa dan negara kita.

 
Kita sebagai mahasiswa juga harus bergerak nyata dan berkontribusi untuk bangsa dan Negara Indonesia dalam menangani permasalahan ini, karena sesungguhnya masa depan bangsa, Negara serta seluruh rakyat Indonesia ada di tangan KITA!!!!

 

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:):grin;)8):p:roll:eek:upset:zzz:sigh
:?:cry:(:x

3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev
 
Klik di sini untuk berpartisipasi pada GREENATION 2008 

Poling

Bagimana kinerja BEM FEM sejauh ini?
 

Pesan Singkat

Our Activity

Hits Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday31
mod_vvisit_counterYesterday47
mod_vvisit_counterThis week174
mod_vvisit_counterThis month803
mod_vvisit_counterAll9479

7 Gugatan Rakyat

1. Nasionalisasi aset strategis bangsa.

2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Tuntaskan kasus BLBI & korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia.

4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.

5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.

6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan.

7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.

Other Menu

IPB News

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

Syndicate

Admin

online
Afif Nurwilianto