|
Written by admin
|
|
Friday, 29 August 2008 |
|
Terpuruknya prestasi olahraga nasional merupakan indikasi dari gagalnya pembinaan olahraga di Indonesia. Program Indonesia bangkit yang dicanangkan pemerintah mulai tahun 2004 sepertinya tidak membuat prestasi olahraga nasional meningkat. Sejak menjadi juara umum pada Sea Games 1997, Indonesia sama sekali tidak pernah merasakan manisnya menjadi juara umum pada hajatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Dibandingkan dengan pembinaan olahraga di Thailand, Vietnam dan Malaysia sepertinya kita ibarat “jalan di tempat”. Pada bidang seni, khasanah budaya nasional yang dianggap menjadi jati diri bangsa, kini posisinya mulai tergantikan dengan budaya barat. Media cetak maupun elektronik lebih senang merayakan budaya Pesta Halloween dibandingkan Hari Kartini dan Hari Ibu. Melihat fakta di atas, kita sadar akan artinya pembinaan secara bertahap dan berkesinambungan pada bidang olahraga dan seni di tanah air. Mahasiswa merupakan obyek yang sangat potensial untuk mempersiapkan atlet-atlet nasional. Sehingga diperlukan pembinaan olahraga dan seni yang serius di tiap tingkat perguruan tinggi. Melalui event Sportakuler (Sport dan Kreasi Budaya Populer) 2008 yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga dan seni budaya, diharapkan bakat-bakat mahasiswa FEM IPB bisa tersalurkan. Sekaligus sebagai ajang pemersatu di tingkat fakultas
|